Monitoring Vaksinasi Covid-19 Bumi Agung

18 November 2021 | Administrator | 6 Dilihat

Kamis, 18 November 2021.
 
Dalam rangka monitoring, edukasi, evaluasi, dan sosialisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, maka Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Way Kanan Dwi Handoyo Retno, S.E., M.M. melakukan pertemuan di Aula Puskesmas Pisang Baru.
 
Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Bumi Agung Syaidan, S.E., Kanit Binmas Polsek Bumi Agung Aipda Sudarmaji, Dansubramil Bumi Agung Maskuri, Kepala Puskesmas Pisang Baru Nyoman Sinta, SKM., Kepala Puskesmas Bumi Agung Dian Nista Sari, SKM., dan aparatur kampung.
 
Di dalam pertemuan dibahas tentang kemajuan pelaksanaan vaksinasi dan hambatan atau kendala yang ditemui untuk dicarikan solusinya.
 
Vaksinasi merupakan proses memasukkan vaksin dalam tubuh agar seseorang menjadi lebih kebal dan terlindungi dari penyakit tertentu. Dengan menerima vaksin, maka, seseorang tersebut akan memiliki gejala yang lebih ringan dibanding orang yang belum menerima vaksin. Agar vaksin COVID-19 semakin optimal, tentunya perlu menjalankan penyuntikan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
 
Nah, untuk mendapatkan manfaat vaksin COVID-19, sebaiknya jangan ragu untuk mengikuti proses vaksinasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Vaksin Covid-19 Halal dan Aman.
Dalam kesempatan itu juga diingatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mensikapi dan menghadapi bencana. Hal ini merupakan tugas mulia, yaitu menyelamatkan nyawa manusia dan mengurangi kerugian harta benda.
 
Berkaitan dengan hal itu dihimbau untuk menjaga lingkungan, salah satunya cara mengelola sampah yang timbul adalah dengan menjadikan pupuk kompos yang bisa dilakukan dengan cara konvensional dan dengan penggunaan Effective Microorganism (EM4).
 
Pengomposan merupakan proses dekomposisi terkendali secara biologis terhadap sampah padat organik dalam kondisi aerobik (terdapat oksigen) atau anaerobik (tanpa oksigen). Bahan organik akan diubah hingga menyerupai tanah. Kondisi terkendali tersebut mencakup rasio karbon dan nitrogen (C/N), kelembapan, pH dan kebutuhan oksigen.
 
Berdasarkan jenisnya pupuk organik terdiri dari : (1) Pupuk kandang, pupuk yang terbuat dari kotoran hewan. (2) Pupuk hijau, terbuat dari tanaman atau bagian tanaman yang masih hijau yang dibenamkan ke dalam tanah dengan maksud agar meningkatkan ketersediaan bahan organik dan unsur hara bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. (3) Kompos, merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan dan sampah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Bahan mentahnya bisa berupa sisa tanaman, sampah dapur dan sebagainya. (4) Pupuk organik lainnya, Night soil (pupuk yang terbuat dari kotoran manusia), pupuk unggas (pupuk yang terbuat dari kotoran unggas), pupuk bungkil (pupuk yang berasal dari sisa-sisa pembuatan minyak, seperti bungkil kacang, wijen, biji kapuk).
 
Ayo kita buat Pupuk Kompos !!